Megawati Soekarnoputri Membatalkan Ganjar Pranowo Sebagai Capres yang Diusung PDIP, Benarkah?

Tak Berkategori

Informasi salah tentang pembatalan Ganjar Pranowo sebagai capres untuk kontestasi Pemilu 2023.

Telah beredar sebuah disinformasi berita tentang pencalonan Ganjar Pranowo sebagai capres untuk kontestasi Pemilu 2023. Yaitu pembatalan yang dilakukan Megawati Soekarnoputri, selaku Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP dengan cara memecat capres usungan partai ini.

Kabar disebarkan lewat kanal YouTube atas nama akun Rahasia Politik mengunggah video berjudul “MENGEJUTKAN!! SELURUH PARTAI DUKUNG ANIES, MEGAWATI STRES PECAT & BATALKAN GANJAR JADI CAPRES PDIP!”.

Foto thumbnail adalah Megawai Soekarnoputri tengah mengacungkan jari, Ganjar Pranowo menundukkan kepala dan suasana rapat PDIP yang dihadiri Presiden RI. Tulisannya “Mengejutkan …!! KALAH DENGAN ANIES, GANJAR DIPECAT MEGAWATI? MENGEJUTKAN!! SELURUH PARTAI DUKUNG ANIES MEGAWATI STRES PECAT & BATALKAN GANJAR JADI CAPRES PDIP!”.

Narasinya,  Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memecat dan membatalkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden yang akan diusung PDIP. Pasalnya ia stres karena seluruh partai memberikan dukungan kepada lawan Ganjar Pranowo, yaitu Anies Baswedan.

Benarkah apa yang disampaikan video ini?

Video tidak benar (X) tentang informasi pemecatan Ganjar Pranowo oleh Megawati Soekarnoputri [[screenshot YouTube].]
Video tidak benar (X) tentang informasi pemecatan Ganjar Pranowo oleh Megawati Soekarnoputri (sumber: [screenshot YouTube].)

CEK FAKTA

Video ini tidak memberikan informasi yang benar sehubungan pemecatan Ganjar Pranowo oleh Megawati Sukarnoputri.

PENJELASAN

Baca Juga:Nekat Lawan Arah, Sejumlah Pemotor Bergelimpangan Tertabrak Truk Pengangkut Bata Hebel Di Lenteng Agung

Turnbackhoax.id mengadakan pemeriksaan  keseluruhan video, dan tidak ditemukan informasi valid yang mendukung klaim pemecatan dan pembatalan Ganjar Pranowo sebagai capres PDIP.

Cuplikan dan narasi dalam video tidak saling berkaitan. Selain itu, narasi yang dibacakan dalam video identik dengan artikel yang diunggah Merdeka.com dengan judul “Anies Baswedan: Survei Nomor Tiga Kenapa Dijegal-jegal?” dan artikel milik Tribunnews dengan judul “Anies Baswedan: Survei Nomor Tiga Kenapa Dijegal-jegal?”

Kedua artikel ini menjelaskan tentang tanggapan Anies Baswedan mengenai survei elektabilitas bakal calon presiden dari berbagai lembaga survei.

Dari hasil survei, Anies Baswedan selalu berada di urutan ketiga di bawah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Anies Baswedan meminta agar para pendukungnya tidak perlu khawatir dengan hasil survei yang ada saat ini. Ia menambahkan jika hasil survei sebaiknya dijadikan sebagai referensi bukan demotivasi.

Baca Juga:Digugat Pengacara David Tobing ke PN Jaksel, Rocky Gerung: Absurd!

Mengenai isu jegal-menjegal, Anies Baswedan menanggapi santai. Ia menganggap jika memang dari survei hanya berada di urutan ketiga, tidak perlu dilakukan penjegalan. Namun berbeda jika hasil survei dimanipulasi dan membuatnya berada di urutan ketiga.

Selain itu klaim mengenai seluruh partai mendukung Anies Baswedan dapat dipastikan adalah informasi yang salah.

Dikutip dari Detik.com, Berikut ini kekuatan ketiga bacapres sesuai jumlah kursi DPR RI partai pendukungnya:

1. Ganjar Pranowo
Fraksi PDIP 128 kursi/22,26%
Fraksi PPP 19 kursi/3,30%
Total: 147 kursi/25,56%

2. Prabowo Subianto
Fraksi Partai Gerindra 78 kursi/13,57%
Fraksi Partai Golkar 85 kursi/14,78%
Fraksi PKB 58 kursi/10,09%
Fraksi PAN 44 kursi/7,65%
Total: 265 kursi/46,09%

3. Anies Baswedan
Fraksi Partai Nasdem 59 kursi/10,26%
Fraksi Partai Demokrat 54 kursi/9,39%
Fraksi PKS 50 kursi/8,70%
Total: 163 kursi/28,35%

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). 

Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *